[3][headline][slider-top-big][Head Line]

Dari Pangandaran hingga Green Canyon

| 5 Comments
Green Canyon Cukang Taneuh
di balik Tirai Air, diguyur hujan saat terik dekat pintu gerbang Green Canyon Pangandaran
Green Canyon, dari awal mendengar namanya sudah bikin penasaran, bener ini ada di Indonesia?, di Jawa Barat?, lokasi dengan nama yang bukan Indonesia banget. Tapi setelah melihat beberapa photo-photo Green Canyon yang tersebar di internet sedikit yakin, penampakan lansekap tropis yang unik bukannya Grand Canyon di Colorado Amerika sono. Green Canyon memang milik Indonesia!

Baru saya ketahui ternyata Green Canyon berada tidak jauh dari Pangandaran. Jika tentang Pangandaran, informasi sedikit lebih banyak saya ketahui dari pemberitaan tentang bencana Tsunami yang melanda Pangandaran pada tahun 2006. Kesan awal saya tentang Pangandaran tidak terlalu baik, pantai yang padat pengunjung, kotor, terlalu banyak pedagang dan sudah pasti bising oleh para pegiat komersil pariwisata.

Apa asiknya berwisata ke Pangandaran?, pasti gak ada yang asik dengan gambaran miring yang saya terima sebelumnya. Itu dulu kawan.. tetapi gara-gara tertarik ke Green Canyon, dan udah pasti harus melintasi Pangandaran apa salahnya membuktikannya langsung kebenarannya. Dan setelah beberapa kali ke Pangandaran (lebih dari tiga kali), akan saya tuturkan secara tuntas pengalaman kunjungan saya melalui blog ini... silahkan dinilai sendiri di akhir cerita dan kisah.

menikmati pemandangan laut pangandaran dari titik tertinggi
Menikmati pesona Pangandaran dari posisi tertinggi, Hotel Menara Laut

Mulai dari Lokasi Pangandaran


Terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, persisnya di desa Pananjung, kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai Pangandaran berada di semenanjung pantai selatan Jawa Barat atau sekitar 91 km dari Ciamis. Resor cantik ini menghadap ke Samudera Hindia, berjarak 223 Km dari Bandung dan 400 km dari Jakarta, dan terletak di pertengahan antara Bandung dan Yogyakarta. [peta wisata Pangandaran]

Ada banyak cara menuju Pangandaran, melalui jalan darat anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum (Bis atau Efl)atau pilih tour dengan motor pasti lebih menantang dan menarik. Saat ini juga sudah dibuka jalur udara melalui rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma) - Pangandaran (Nusa Wiru) setiap hari dengan maskapai Susi Air, lebih menghemat waktu dan praktis. Silahkan menyesuaikan pilihan sesuai anggaran wisata anda.

Body Rafting Green Canyon
Menuju Pangandaran dari Jakarta, anda akan menempuh perjalanan darat sejauh ± 400 km, berangkat malam hari adalah pilihan yang nyaman dan usahakan ada sopir cadangan untuk menghindari lelah dan ngantuk saat berkendara

Wisata Bahari Pangandaran


Wisata Tiga Hari Dua Malam, melalui riset dan penelitian yang mendalam...saya simpulkan dan sarankan buat Anda yang mau wisata ke Pangandaran rencanakan dengan waktu minimal tiga hari. Alasan pertama adalah perjalanan panjang tidak menghabiskan waktu wisata hanya di jalan, judulnya kan bukan wisata jalan raya. Alesan keduanya adalah kita bisa maksimal menjelajah area Pangandaran dan sekitarnya dengan keragaman jenis wisata alamnya. Rencanakan malam pertama menginap di Pangandaran dan malam kedua pilih pantai Batu Karas sebagai lokasi yang hening dan sunyi. Pantai hiruk pikuk dan pantai sunyi dapat kita nikmati dengan waktu yang leluasa.

Sunrise dan Sunsite dalam Satu Hari di Pangandaran


selamat pagi pangandaran

Posisi pantai Pangandaran berada di Tanjung atau Semenanjung (jazirah atau tanjung yang luas), adalah daratan yang menjorok ke laut atau bisa juga daratan yang dikelilingi oleh laut pada ketiga sisinya, Tanjung juga sebagai kebalikan dari Teluk.

Dengan keberadaannya di Tanjung atau Semenanjung, di Pangandaran memungkinkan dapat menyaksikan panorama Sunrise dan Sunset dalam satu hari di lokasi yang sama. Anda cukup mendapatkan akses posisi yang tepat untuk mencapai keduanya, menyambut matahari dan mengantarkannya ke peraduan malam.

Jika waktu 3 hari 2 malam adalah dari hari Jum'at hingga Minggu, jika berangkat dari Jakarta saya sarankan anda mulai tolak pada pagi hari (pilih waktu selepas subuh untuk menghindar kemacetan trafik di Jakarta menuju Tol). Sore hari diperkirakan nyampe Pangandaran dan menikmati Sunset, esok harinya bisa menangkap Sunrise.

Menuju Samudra Pangandaran dengan Perahu Wisata


melaju dengan perahu wisata

Pangandaran adalah pantainya para nelayan, tetapi dengan berkembangnya pariwisata di Pangandaran sebagian dari nelayan merubah fungsi kapal ikannya menjadi perahu wisata, lebih-lebih saat musim paceklik. Mereka menambahkan tempat duduk penumpang dan melengkapinya dengan peralatan safety (life jacket) dan snorkeling untuk disewakan kepada para pelancong.

Aktivitas ini ringan tapi sangat menarik, dijamin ketagihan kalo baru sekali melaut dengan perahu kayu. Untuk track panjang, anda bisa mengarungi semenanjung Pangandaran menuju lautan lepas samudra Indonesia, berangkat dari Pantai Barat dan berakhir di Pantai Timur. Lumayan buat latihan jantung... khususnya saat perahu melaju kencang menabrak ombak, motorist yang sangat ahli bahkan berani melintasi celah-celah koral sempit, sedikit nekat dan gak kalah kenceng dengan degup jantung kita yang deg-degan.

Untuk trek pendek dari satu pantai nyebrang ke pantai lainnya, anda bisa bayar cukup murah dengan Rp.10.000,- saja per orang, dengan trek panjang atau durasi yang cukup lama bisa berkisar antara 25.000,- hingga 50.000,- per orang dengan kapasitas maksimal 10 orang per perahunya.

Menyelami Keindahan Bawah Laut Pangandaran


pesona bawah laut pangandaran

Sudah cukup puas dengan naik perahu aja?... sebaiknya jangan, sayang kalo anda lewatkan begitu saja keindahan panorama bagian bawah lautnya. Meski tidak seciamik Bunaken, Banda atau Wakatobi, Taman Laut Pangandaran boleh lah buat para pemula atau yang belum sama sekali mencoba aktivitas snorkeling. Anda cuma butuh kacamata renang dan cuaca yang terang, langit biru dan laut biru, karena kejernihan air laut di Pangandaran gampang terpengaruh oleh hujan dan luapan air sungai.

Yang perlu anda lakukan sebelum naik perahu adalah membeli sebungkus roti di warung-warung pinggir jalan. Ikan-ikan hias di Taman Laut sini rupanya sudah sangat akrab dengan para penyelam, mereka akan berkerumun dan berebut apa aja yang kita lepaskan ke laut. Pemandangan seperti ini jangan terlupa untuk diabadikan dengan kamera underwater anda, sayang banget untuk pengalaman yang tak terlupakan, berenang bersama ikan-ikan di laut Pangandaran.

Fasilitas Wisata dan Kuliner di Pangandaran


Di Pangandaran, anda berasa berada disebuah kota kecil yang terus berbenah dan membangun, Kota Wisata yang lengkap. Jangan pernah kuatir dengan fasilitas wisata jika berada di Pangandaran, sampai hari ini masih banyak bermunculan pembangunan fasilitas dan hotel-hotel baru, pendek kata wisata menjadi ajang bisnis besar bagi para pemilik modal di Pangandaran. Mau nyari hotel berbintang hingga homestay semua tersedia disini, berikut dengan pendukung lainnya seperti restauran, warung makan, toko oleh-oleh dari yang besar hingga sampai kaki lima.

Kebutuhan wisata bisnis dengan fasilitas ruang meeting hingga kolam renang, mesin penukaran uang (ATM) hingga pasar ikan semua tersaji lengkap di Pangandaran, termasuk juga penyediaan pendukung aktivitas wisata seperti sewa Sepeda yang beraneka ragam, dari kapasitas dua orang hingga delapan orang atau sekeluarga.