[3][headline][slider-top-big][Head Line]
You are here: Home / , , Dunia Biota di Leuwiliang

Dunia Biota di Leuwiliang

| 9 Comments
Awalnya mau nyari lokasi kegiatan di alam bebas buat kelompok remaja di akhir tahun, biar ada tantangan dikit dari pada dikasih banyak-banyak materi di kelas, sudah pasti banyak boringnya. Seharian menghabiskan waktu di 5 lokasi mulai dari Desa Pancawati, desa yang lumayan banyak ditempati operator kegiatan alam hingga sampai di Danau Lido, menurutku masih kurang memuaskan, penyajiannya terlalu konvensional, jadinya kayak main di taman kota. Di Biota world ini juga sekaligus jadi penutupan aktifitasku di akhir tahun yang cukup menyenangkan. Selamat Tahun Baru !!!

Biota World Biota World

Biota World, diantara kehabisan waktu seharian dan kelelahan muter-muter di sekitaran puncak, denger namanya aja sudah menarik minat, sudah terbayang ada apa yah dibalik nama keren ini? pasti ada yang baru dan menantang di lokasi ini. Wah….menemukan lokasinya aja sudah awal tantangan bagi kami Team Surveynya, dah kesasar kemana-mana, gak ada peta, petunjuk dan informasi yang cukup, satu-satunya alat navigasi kami yang jadi andalan adalah Kompas Congor.

Tebing batu dipandang dari Pos pertama

Kompas Congor, meskipun gak ada manual book-nya cara penggunaannya gak susah kok, ini juga lazim dilakukan banyak orang kalo pas lagi nyasar atau gak ada data yang cukup akurat. Yang harus dilakukan adalah mencari tanda-tanda alam, bisa berupa orang duduk-duduk di depan rumah, warung rokok, abang Tukang Ojek. Kalo nemu bapak-bapak yang berseragam lebih bagus, biasanya lebih akurat informasinya, polisi misalnya, bisa dipilih polisi milik negara atau yang partikelir sekalipun, Polisi Cepek. Singkatnya, kalo udah ketemu dengan salah satu dari pahlawan kita tadi, proses berikutnya adalah mulut kita yang bekerja, karena kekuatan kompas kita kali ini terletak di detail pertanyaan yang terlontar, semakin jelas nama lokasi jalan, desa, RT/RW akan dapat lebih rinci arah yang dituju.

Jalan masuk ke Cottage

Setelah muter-muter gak keruan, sampe di kantor camat segala, ternyata patokan yang pas adalah Rumah Bersalin As-Syifa di Leuwiliang, Jalan Raya Leuwiliang - Jasinga KM 21, di sebelah barat kota bogor yang kurang lebih 28,25 kilometer dari Tol Jagorawi, Persisnya di sebelah Perusahaan Bangunan atau P.B. Agung, maklum aja susah nyarinya, emang gak ada tanda-tanda identitas resmi, apalagi berharap melihat papan nama Biota World, ketemunya adalah pintu gerbang gede yang di jaga sama penjaga warung rokok, kalo gak dibantu sama Kompas HP (hand phone) penjaganya udah pasti gak ketemu lokasi ini.

Cottage Sederhana

Memasuki pintu gerbang serasa gak meyakinkan, yang terlihat didepan adalah sebuah bukit yang cukup lebat, sementara disamping kanan kiri berupa pemukiman dan sawah milik masyarakat setempat. Tapi setelah masuk sejauh 500 meter jalan menanjak, wow…kita seperti mau masuk hutan yang sebenarnya, sepertinya lokasi ini bekas kebun karet yang sudah tidak difungsikan lagi.

Lokasi api unggun ditengah pemukiman

Biota World, memiliki lokasi seluas 159 ha, termasuk di daerah Karst (batu gamping), ciri-ciri yang khas adalah di lokasi ini terdapat tebing kapur setinggi 1 pitch (45 meter). Lokasinya berbukit-bukit, didalamnya terdapat sekitar 18 gua alam, baik yang horizontal maupun vertical, kategorinya adalah Karst Muda, terlihat sekilas dari proses pembentukan ornamen gua-nya. Tidak cuman bisa Climbing dan Caving disini, Rafting pun sangat memungkinkan, lebih-lebih untuk pemula, karena sungai yang melewati lokasi ini arusnya tidak terlalu curam (grade rendah). Pokoknya lengkap deh kalo mau beraktifitas Outdoor disini, lokasi untuk Off Road maupun Sepeda Gunung juga sudah ada jalurnya, semua kegiatan yang berakhiran ing, tersedia disini. Pemilik lokasi ini juga mempromosikan untuk kegiatan Paragliding (paralayang), di Biota World merupakan pintu gerbangnya angin (istilah buat paralayang), jadi kalo beraktifitas melayang, anda gak akan kehabisan angin untuk mengawali terbang, kata pemilik lokasi ini di Biota House Jakarta.

Pas buat Arung Jeram

Pokoke seru banget buat kegiatan alam bebas di Biota World, kalo tempat lain menawarkan pelayanan, kemodernan, dan tertata, sebaliknya lokasi ini dikemas lebih sederhana, satu-satunya yang kelihatan teratur di jajaran cottage yang berada di lembah dengan pemandangan tebingnya. Ada 6 bangunan bambu ber konsep asrama untuk istirahat kelompok besar, masing-masing bisa muat 15 orang, dan satu saung terbuka untuk pertemuan dan sholat bersama. Dibawahnya terdapat ruang makan terbuka dengan menu makanan khas Sunda. kalo ada acara api unggun, di tempat ini pas banget, karena bangunan-bangunan ini di buat melingkari lapangan.
Tukang Panjat Pinang


Lagi mengenang masa-masa mbiyen

Hanya satu yang kurang kalo menurutku, aku belum menemukan penerjemahan tentang dimana Dunia Biota yang sebenarnya kecuali lokasi buat berkegiatan fisik di alam, akan lebih mantap lagi kalo ada aktifitas wisata pendidikannya, sesuai dengan tema “Dunia Biota”nya. Mungkin lain waktu sambil bergulir yah pak, seiring dengan terkumpulnya modal segunung emas… Selamat berkarya dan beraktifitas !!!

Peta Lokasi Biota World

Penting diingat juga, untuk bisa pakai tempat ini, syarat utama kudu bisa bayar full di depan hehehehehe, ini sempet bikin kita hampir tak berkutik karena persepsinya bisa dua kali proses, diawal dan setelah kegiatan, ternyata enggak gitu, gak papa deh, namanya juga pengen naik-naik tebing...

Perang-perangan

Disini juga bisa muasin diri buat nembak temen-temen kita sampai mati beberapa kali, namanya juga paint ball, matinya bisa di set berulang-ulang.
Biota World