[3][headline][slider-top-big][Head Line]
You are here: Home / , , , , Menyusuri Pantai Sepanjang Biak Timur

Menyusuri Pantai Sepanjang Biak Timur

| 10 Comments


Kolam Biru, Masyarakat sekitar Desa Paray menyebutnya Kolam Biru, yang sebenarnya adalah kolam pemandian alam didalam gua (karst). Air yang tertampung oleh gua tersebut menyisakan ruangan seperti kolam pemandian. Masyarakat sekitar memanfaatkan tempat tersebut untuk mandi dan tempat bermain untuk anak-anak.

Kolam Biru masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Biak Kota, posisinya tidak teralu jauh dari Pantai Paray dan Monumen Perang Dunia II. Meski posisinya berada di sisi jalan utama, agak kesulitan menemukannya jika tidak bertanya pada masyarakat sekitar, karena tidak adanya papan informasi petunjuk lokasi dan arealnya tersembunyi di bawah lembah.



Kali Ruar



Jika anda akan menuju Taman Burung dan Anggrek atau ke arah Bosnik, tepat pada pintu masuk Desa Ruar Kecamatan Biak Timur bisa anda temui sebuah aliran sungai yang keluar dari dalam gua. Melimpahnya air dari gua ini sehari-hari dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar yang sebagian besar kaum ibu dan anak-anak untuk kegiatan rumah tangga, mencuci dan mandi, sebagian kecil mengambilnya untuk air minum. Tampak sangat ramai pada pagi dan sore hari.

Kegiatan masyarakat kampung dan sekitarnya dipusatkan di seberang jalan, mereka membendung aliran sungai tersebut dengan batu besar yang sekaligus digunakan sebagai media untuk mencuci pakaian. Sedangkan sisi dalam dekat dengan gua, masyarakat mengelolanya untuk ajang rekreasi bagi umum yang banyak didatangi oleh kebanyakan usia remaja. Disediakan tempat parkir untuk motor dengan pos kecil untuk penjaga yang menarik restribusi bagi para pengunjung. Belum ditentukan secara resmi tarikan restribusi untuk pengunjung, seihlasnya sebagai bantuan untuk menjaga kebersihan tempat ini.



Goa Kamar Lima



Goa bawah tanah yang terdiri atas lima ruangan besar ini ditemukan pemilik tanah Paulus Alkafiar pada akhir tahun 1994. Dalam lima ruangan yang ada, selain tulang-belulang ditemukan pula berbagai jenis obat-obatan, lembaran dokumentasi, dan sumur sebagai sumber air minum. Tepat di depat mulut gua yang pertama dari pintu masuk, dapat ditemui bangunan permanen berbentuk makam, yang masih sering difungsikan tempat berdoa bagi para pelayat dari keluarga tentara Jepang yang tewas dalam peperangan.

Pantai Yenusi



Kurang lebih perjalanan 1 jam dari Kota, tepatnya di Desa Yenusi Kecamatan Biak Timur, akan anda temui disepanjang jalan desa, hamparan pantai dengan gelombang laut yang cukup tenang dan damai. Meski tidak tersedia areal parkir secara khusus, pengunjung bisa memilih tempat yang paling nyaman untuk menikmati keindahan pesona laut disepanjang desa.

Segara Indah



Banyak dikenal dengan nama lain Pantai Bosnik, hamparan pasir putih dan tanaman Kelapa yang tumbuh disepanjang pantai menambah keindahan Pantai Segara Indah ini. Pada hari libur, disepanjang jalan dari pintu masuk sampai di beberapa tempat bisa anda temui penjual Kelapa Muda yang dijajakan oleh masyarakat setempat. Tempat ini dikelola oleh masyarakat, sudah dibangun fasilitas umum seperti lahan parkir dan MCK.

Pasar Ikan Bosnik

Jika ingin mendapatkan ikan laut segar dan harga yang lebih murah dari harga pasaran di kota, Pasar Ikan Bosniklah tempatnya. Untuk mendapatkannya anda harus luangkan waktu sepagi mungkin, karena pasar ikan ini hanya buka pada pagi hari pada pukul 06.00 – 10.00 WIT. Pada tiap minggu pasar ikan bisa dikunjungi pada tiap hari pasar, yaitu pada hari selasa, kamis dan sabtu. Pada hari tersebut Pasar Ikan di Bosnik melayani hampir seluruh kebutuhan ikan laut masyarakat Biak Numfor. Masyarakat nelayan yang tinggal di pulau sekitar Bosnik menjual hasil tangkapannya juga melalui pasar ini.

Kampung Opiaref



Sejauh anda menyisir jalan sepanjang Kecamatan Biak Timur, yang anda temui adalah pesona pantai. Kampung Opiaref, yang bisa dinikmati dari kampung ini bukan hanya pesona pantainya saja, juga aktifitas masyarakatnya melalui kegiatan memancing. Posisi Kampung Opiaref berdiri diatas tebing-tebing batu karang, beberapa rumah mereka sengaja dibangun ditepian batu karang, dan menghubungkan rumah mereka dengan laut melalui bantuan tali yang terjuntai ke bawah dari teras rumah, yang berfungsi sebagai alat bantu naik dan turun dari rumah ke laut dan sebaliknya.

Di atas tebing, tempat ini sangat ideal untuk memancing ikan, karena berbagai jenis ikan kecil
dan besar yang secara berkelompok sering berada di lokasi ini, juga karena kita dapat melihat pergerakan ikan yang berkelompok, jika dibantu dengan kaca mata khusus yang dapat menghilangkan pengaruh pantulan sinar matahari, ikan-ikan akan lebih jelas lagi bisa dilihat pergerakannya.

Teknik memancing yang sering mereka gunakan biasa disebut dengan Cigi, pancingan yang berbentuk seperti jangkar dengan 3 mata kail, langsung digunakan untuk memancing tanpa menggunakan umpan, dengan teknik tarikan yang kuat dan cepat, salah satu dari mata pancing akan mengenai beberapa bagian dari ikan yang bergerombol tersebut. Melihatnya terasa begitu mudah, namun jika tidak berpengalaman memancing tanpa menggunakan umpan pasti akan mengalami kesulitan.

Pantai Marauw



Pantai dengan pasir putihnya yang indah ini sangat menarik bagi para wisatawan mancanegara, terbukti bahwa pembangunan Hotel berbintang 4, Hotel Marauw dibangun dilokasi pantai ini. Sangat disayangkan karena kesalahan strategi pembangunan Pariwisata akhirnya Hotel Marauw tersebut gulung tikar setelah 2 tahun beroperasi. Keindahan Pantai Marauw yang tersisa dari program ekoturism di Biak Numfor.

Tugu Peringatan Wadibu



Menuju Tanjung Barari, ditepian jalan diatas bukit, tampak bangunan tugu dengan warna dominan biru. Tiga patung nelayan, salah satunya menggambarkan pendeta yang memegang Kitab Injil berikut dengan perahu Wairon khas Biak menggambarkan proses masuknya injil untuk pertama kalinya di Kampung Wadibu pada 22 Sesember 1913 oleh Guru Injil D. Latuputi. Tugu Peringatan ini dibangun pada tanggal 24 Maret 2003 dan diresmikan oleh Ketua Klasis Biak Timur.

Pantai Kakur



Melewati wilayah Desa Kakur menuju Tanjung Barari, anda akan mendapatkan panorama yang sejuk dan indah. Jika menggunakan pribadi sebaiknya jalan perlahan sambil siap sedia dengan kamera menangkap pesona laut dan kehidupan sosial masyarakat desanya. Disepanjang jalan, anda akan melewati hamparan pasir putih dan air lautnya yang berwarna hijau jernih, sisi yang lainnya adalah pemukiman masyarakat dengan bentuk dan bangunan rumah yang cukup sederhana tapi tertata sangat rapih.

Tanjung Barari


Tempat wisata pantai yang terletak paling ujung di wilayah Kecamatan Biak Timur ini tak kalah menariknya dengan pantai-pantai sebelumnya. Menuju lokasi Tanjung Barari akan disuguhkan nuansa Hutan Hujan Tropis, selepas dari desa terakhir Desa Kakur, disepanjang kiri kanan jalan yang dilalui diapit oleh rimbunnya hutan dan sesekali terdengar suara burung berbagai jenis. Dibeberapa tempat menjelang Pantai Tanjung Barari kondisi jalan sudah bukan lagi jalan aspal, tidak terlalu rusak, namun jika musim hujan agak licin untuk dilalui.