[3][headline][slider-top-big][Head Line]

Amanda Ratu di Ujung Genteng

| 12 Comments
amanda ratu resort ujung genteng

Pada hampir separoh malam, kita berempat akan melaju  menuju 200 km arah Timur Laut (ngawur) menuju Ujung Genteng. Perjalanan darat di malam hari memang sangat menarik,  tapi lebih menarik lagi kalo disamping saya ini badannya gak terlalu gendut sehingga butuh parkiran yang cukup luas  ditambah lagi mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya. Krrrookkk...krrokkk, serasa menginap di kandang ya perjalanan kali ini.  Mas..mas... bangun dong mas, atau setidaknya Tone-nya dipelanin dikit, atau bisa gak nadanya diganti dengan salah satunya lagunya Ridho Rhoma??.   Sampean ngoroknya kenceng banget sih,  ini kan lagi musim Flu Babi!!! bisa nularin yang lainnya lho mas.


Kita memang harus menempuh perjalanan selama 6 jam dengan Kijang Innovanya Boss Richie, pilihan jadi penumpang yang paling nyaman adalah bisa tidur sepanjang perjalanan. Mau liat pemandangan juga gak mungkin gelap-gelap gini, mau maen pesbuk kayak teman saya di belakang  juga gak bisa, lha hari gene punya hape yang layarnya masih Black White bukannya yang berjudul nama buah-buahan.  Beli buah sekarang tidak harus di pasar buah lho, di toko komputer atau peralatan komunikasi juga tersedia. Saking namanya buah,  dulu sempat mikir  belinya bisa kiloan.



Memang udah zamannya penuh  fenomena,  di jalan-jalan raya kita mudah ketemu segala macam kewan-kewanan berkeliaran dari tempat asalnya Hutan belantara, mulai dari jenis mamalia - kuda, kijang, kancil, karnivora - jaguar, tiger hingga  sampe ke kodok dari Jerman. Dan kini pasar elektronik kita akan segera dibanjiri dari jenis tanaman cuci mulut.

duren.inc Teman baik saya yang juga bukan petani, penthol namanya.  Yang hidup dari zaman pentholitikum,  adalah dunia tentang kreatifitas dan seni olah digital,  sekarang juga sudah mulai mencoba menanam. Terpilih adalah buah duren, buah buruk rupa tapi kuning, bersih dan manis isinya, kira-kira itu lah sebuah pesen yang pengen disampaikan kepada calon pembelinya. Logonyapun diambil mentah-mentah langsung dari wujud aslinya, buah Durian dan sekedar eksyen dibuatnya keroakan bekas gigitan dibagian atasnya. Itu kalo Codot (kelelawar) yang makan pasti codotnya Batman, dan kalo manusia yang makan pasti Batmannya Codot. Sedikit berbeda dengan petani buah yang lain,  Duren.Inc yang satu ini bermain di perangkat lunak bukan hardware. Dengan ini Tukang Duren bersumpah bahwa duren.inc adalah  "the right partner to optimize your communication strategy", artine opo iki tol? Sukses besar ya tol!! dadi bakul duren! kerja bareng terus karo tukang jaring laba-laba.

Amandaratu Resort Ujung Genteng
Eiitsss.. ngomongin tentang buah, sebenernya ada kaitan juga dengan yang akan kita datangi kali ini, tidak berbeda jauh profesinya, juga sebagai tukang buah.  Tapi yang ini tukang buah beneran,  jenis buah yang dipilih untuk dikembangkan adalah Kelapa dengan payung utamanya dikelola oleh PT. Wira Citaspong, yang mengelola perkebunan Kelapa sebanyak 200-an ribu pohon di luas lahan 100-an hektar di sepanjang Muara Sungai Cikarang Ujung Genteng.

Kelapa yan g dikelola oleh perkebunan ini sebagian besar akan diambil Niranya dan di jual dalam bentuk Gula Kelapa/Gula Merah/Gula Jawa melalui proses pengolahan sebelumnya.

Tanah Lot Amanda Ratu

Pada bagian ujung lahan yang dikelola oleh perkebunan ini, persisnya di Muara Sungai Cikarang pesona alamnya cukup menarik dan menawan, lebih-lebih bagi anda yang hobby ngintip di balik perangkat penangkap moment. Ada pulau kecil di ujung sungai Cikarang, dari kejauhan jika melihat bentuk pulau penghadang tersebut pasti akan teringat Tanah Lot di Bali.  Jadi, kalo gak pernah ke Pulau Bali, melihat bentuk pulau tersebut pasti gak ingat apa-apa, ke Bali sana dulu biar cepet sembuh ingatannya.... lho!!!????

Kira-kira begitulah prosesnya bagaimana tempat ini memiliki nama Tanah Lot, biar membedakan karena letakknya bukan di Bali dan deket lokasinya dengan Amanda Ratu Resort Ujung Genteng (menulisnya kudu lengkap, pesan sponsor rek), maka tempat tersebut ditandai oleh publik dan masyarakat setempat sebagai Tanah Lot Amanda Ratu.

Bukan di Bali, apalagi di Balitar

Karena pemandangannya menarik bagi masyarakat setempat, pihak perkebunan pada tahun 1981 mencoba membuka lokasi ini sebagai lokasi wisata dan penginapan yang dibuka untuk umum dan di kelola secara terpisah sebagai usaha lain dari bidang perkebunan hingga saat ini (maaf, saya potong prosesnya karena terlalu panjang).

Umumnya orang mengenal kata Sunrise (matahari terbit) di gunung dan Sunsite (matahari terbenam) di pantai. Tapi itu tidak berlaku di Amanda Ratu,  justru banyak orang lebih menikmati pemandangan sunsite terindah di kawasan Resort ini. Untung saja kami tiba di lokasi pas sebelum Subuh, jadi sempet menyaksikan dengan mata sendiri dan mata kamera pesona indah yang dijanjikan sebelumnya.  Mayan penat juga sih, padahal udah istirahat banyak sambil kopi malem di salah satu Restorant Pelabuhan Ratu. Kentang goreng, Pisang Goreng Keju dan Kopi Jahenya mayan bikin melek mata dan mulut.  Seperti apa kata pepatah.. Melek Matane, Melek Cangkeme.

Anak Pantai Suka Santai

..dan setelah puas menikmati pesona sunrise, saatnya tidur sebentar buat kumpulin energi untuk jalan-jalan di pantai beberapa jam nanti, sambil nunggu langit dan laut berwarna lebih biru.  Iya kenapa langit kok warnanya biru sih? terus kalo pas Sunsite warnanya berubah jadi merah dan kuning dan kadang-kadang juga jadi putih. Ada hubungannya gak dengan warna laut yang ikut-ikutan jadi biru?.. biar dijawab sama Ibu Guru TK mu aja yah adik-adik, kakak udah ngantuk, mau bobok duyu.

Sebelum panas, kita tuntaskan pekerjaan senang-senang kita disini sampe besok Minggu.  Hari ini menjelajah mulai dari Dermaga Tua di wilayah Pantai Ujung Genteng yang juga dikenal sebagai Pantai Aquarium, di saat laut surut air masih tersisa se mata kaki orang dewasa.  Kita dapat melihat banyaknya ikan-ikan hias yang terperangkap di batu-batu karang, menyaksikan mereka berkejar-kejaran dalam air seperti melihatnya di Aquarium.  Dan dilanjut di pantai-pantai sekitar seperti Pantai Cibuaya, Pantai Mina Jaya terakhir berhenti di Pantai Pangumbahan.

Keong macan dengan bumbu gulai

Puas jalan-jalan sore di pesisir Ujung Genteng, sebelum pulang mampir dulu di tempat Pelelangan Ikan.  Dari sekian banyak jenis ikan, yang paling menarik buatku adalah Keong Macan, bukan keong berbentuk Macan, yang mirip cuman warna dan corak cangkangnya,  warna orange dengan bintik/ totol hitam kayak macan tutul.  Main di pantai gak makan ikan laut juga kurang bisa bikin tidur nyenyak sih.

Menunggu Penyu Hijau bertelur di  Pantai Pangumbahan

Malam ini saatnya belajar, jangan bobok dulu setelah makan kenyang.  Bagi kalian yang tidak pernah hormat dengan orang tua, mungkin dengan perjalanan malam ini akan ada artinya untuk  berobah dan bertobat,  kita akan  melihat bagaimana beratnya Penyu Hijau bertelur ke darat, saking beratnya semoga ini bisa jadi inspirasi bagimu buat selalu patuh dan taat sama orang tua, khususnya sama ibumu yang melahirkanmu.  Begitu pesen dari guide (gus de) yang nanti akan mendampingi kita selama proses penyu bertelur.  Sampe segitunya yah pikiran orang ini pada kita ???!!! karena udah males mikir sama otak, aku dengerin ocehanya dalam hati aja.

Proses bertelurnya dibantu bidan sebanyak ini?

Gak nyangka masukknya, begitu deket dengan pantai ternyata udah berkumpul banyak orang di tengah malam gelap gulita gini, apalagi ini malam minggu waktu pasaran buat plesir dan pacaran.  Lain waktu kita kesininya malam jum'at aja ya om, biar ketemunya sama dukun yang juga lagi pengen plesir liat penyu ngendok (nelur).

Proses bertelurnya penyu dari awal kita diperbolehkan mendekat, pas si penyu sudah memulai mengeluarkan telurnya satu demi satu hingga hitungan 80 - 100 butir. Sebelumnya kita udah dikontek kalo selama jalan jangan menghidupkan alat penerangan, kalo pas ketemu ada penyu mau naik pasti terganggu dan mengurungkan niatnya bertelur. Seluruh proses kalo pengen tidak melewatkan melihat penyu sampe balik lagi ke laut kurang lebih selama 2 (dua) jam.

Curug adalah Air Terjun: Cikaso

Setelah kemaren kita berasin-asin di Pantai hingga tengah malam, hari ini kita akan cari suasana baru di Sungai Cikaso. Di sekitar Ujung Genteng rupanya menyimpan banyak tempat wisata alam Air Terjun atau Curug (bahasa lokal).  Anda bisa melihat data dan potensi wisata secara lengkap di situs pribadinya Bapak Petrus Suryadi,  format situsnya masih menggunakan html, tapi muatan data dan informasinya sangat padat.  Sebelum ada CMS (Content Management System) yang canggih-canggih seperti sekarang ini, Pak Petrus Suryadi sudah mulai menyusun data dan informasi seputar Ujung Genteng secara konsisten hingga saat ini. " Saya ingin Ujung Genteng dikenal masyarakat sebagai Nirwana Pantai Selatan Jawa Barat"  dan pengen lebih dikenal masyarakat banyak seperti halnya mereka mengenal Pantai Anyer Mas, tulisnya melalui surat elektronik saat saya sapa lewat Fesbuk.  Mantap pak, saya juga mau support jika dibutuhkan pak, mungkin bisa bantunya buat urusan domain dan hosting laba-laba.,hehhehe



Sekali lagi, Curug atau Air Terjun di daerah Ujung Genteng tidak hanya di Cikaso, bahkan jika anda suka dunia gelap di beberapa titik lokasi juga ada Gua. Rupanya disini termasuk daerah Karst (batu gamping), yang memang memungkinkan terdapat gua-gua alam, stalagtit dan stalagmit. Kesimpulannya... kalo mau menjelajah dari ujung ke ujung di Ujung Genteng, sebaiknya anda sediakan setidaknya waktu 3 (tiga hari), berangkat kamis malam, pulangnya minggu sore, dijamin puasss sampai titik darah penghabisan....hehehhe

Mandi di Air Terjun rupanya acara terakhir jadi anak pantai, kebayang perjalanan pulang ke Jakarta lagi.....



Amandaratu Resort Ujung Genteng
Jl. Raya Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Sukabumi
+62 (266) 649 2808 - +62 812 2143 3365 - +62 856 2450 4345
resort@amandaratu.com
www.amandaratu.com